ASQINEWS.com JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Pelatihan Gabungan Satpam RSA (PT Reka Solusi Arthamedia) Tahun 2026 yang menyasar peningkatan kompetensi personel Satpam (Satuan Pengamanan) di lingkungan perusahaan. Selain materi baris-berbaris, pengamanan fisik, dan kesemaptaan jasmani, Pelatihan ini menitikberatkan pada keterampilan komunikasi dan pelayanan prima, mengingat Satpam bertugas menjaga aset perusahaan dan obyek vital Nasional yang menopang rantai pasok pupuk bagi ketahanan pangan Nasional.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini dirancang sangat interaktif, dinamis dan penuh dengan praktik. Materinya tidak hanya soal peningkatan kompetensi Satpam, PBB dan bela diri, namun juga teknik komunikasi, etika profesi, keterampilan interpersonal dan pelayanan unggul berbasis pengalaman pelanggan, hingga simulasi penanganan tamu.

Di sinilah peran trainer menjadi kunci. PT RSA menghadirkan narasumber praktisi di bidang pelayanan unggul berbasis customer experience yang bersertifikasi Gada Utama Polri sekaligus Master Trainer BNSP dan Sertifikasi Customer Relationship Management (CRM) BNSP, yaitu DR(can). A.G. Purwanto Edi, MM., CGU., CMT., CCRM., CCXA, beserta DR(can). Fani Ahmad Fauzi, S.Si., MM., CGU., CMT., CCRM
Purwanto Edi bukan nama baru di dunia service quality & security industry development. Sebagai pemegang sertifikat Certified Master Trainer dan Certified Customer Relationship Management (CRM) BNSP, ia juga telah mengantongi pengakuan nasional sebagai Instruktur Master BNSP sekaligus Instruktur Gada Utama Mabes Polri, yang memandu materi kurikulum Gada untuk kompetensi non teknis “Customer Satisfaction”. Sementara kualifikasi Sertifikasi Gada Utama pada tahun 2019, menempatkannya pada jenjang kualifikasi tertinggi dalam hirarki sertifikasi kompetensi Satpam di Indonesia, beserta Pemegang Sertifikat Gada Utama lainnya.
Suasana pelatihan di disain berlangsung cair sejak sesi dibuka. Purwanto menyelipkan metode experiential learning yang sangat dinamis, dengan ice-breaking berbasis pembejalaran orang dewasa (adult learning principle), dengan meminta peserta mengikuti instruksi dan aktivitas fisik sederhana sembari menguji konsentrasi mereka, namun menjadi aktivitas penjembatan (bridging activity) untuk membahas sesi demi sesi pembelajaran.
"Coba semuanya fokus ya. Ikuti saya. Pegang kepala, pegang kepala, sekarang pegang pundak, pundak," ujar Purwanto di hadapan puluhan peserta satpam yang hadir, Jakarta, Rabu 13 September 2026.
Sepanjang sesi pelatihan dalam dua sesi yang berbeda, Purwanto Edi dan Fani Ahmad menekankan pentingnya sikap profesional Satpam yang bersandar pada kompetensi teknis menurut SKKNI 259/2018 tentang Jasa Pengamanan, serta Perpol No 4/2020 tentang PAM Swakarsa dan turunannya, namun mengedepankan sikap perilaku humanis dengan spirit pelayanan prima dalam penciptaan pengalaman yang berkesan kepada tamu, pelanggan dan stakeholders Pupuk Indonesia Group.
"Seorang Satpam profesional harus sigap, tanggap, tanggon dan trengginas. Sikap itu yang dilihat pertama, bukan hanya seragamnya yang harus mengacu kepada peraturan yang berlaku, namun juga attitude_dalam pelayanan prima yang sepenuh hati sebagai implementasi dari kompetensi non-teknis Satpam mengiringi kompetensi mandatory_“TURJAWALI (Pengaturan, Pengawalan, Penjagaan, Patroli) sebagaimana dijabarkan dalam SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) 259/2018,” ujarnya.
Trainer juga merujuk pada Peraturan Kepolisian Ri, Perpol Nomor 4 Tahun 2020 yang mendefinisikan Satpam sebagai kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas non-yustisial, atau perpanjangan tangan Polri di lapangan. Karena itu, menurutnya, Profesi Satpam dituntut mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami etika pelayanan publik pada era smart society 5.0 saat ini.
Materi pelatihan turut mencakup simulasi spirit dan teknik “7S — Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Sigap Semangat, dan Sabar” — sebagai standar interaksi dengan tamu maupun seluruh stakeholders di lokasi gedung maupun obyek vital yang dikelola.
"Orang akan menilai perusahaan dari Satpamnya, sebagai Garda Terdepan bahkan sering disebut sebagai “etalasi perusahaan”. Kalau Satpamnya tegas dan humanis, dibalut dengan sikap perilaku dan interaksi pelayanan yang penuh keramahtamahan, maka citra perusahaan pasti akan bagus dimata masyarakat pengguna jasa,” kata Purwanto Edi.
Purwanto menambahkan, pendekatan humanis dalam pelatihan ini penting karena lokasi tugas peserta merupakan obyek vital nasional milik Pupuk Indonesia Grup, yang menempatkan Satpam sebagai lini pertama pelayanan cheeped publik, baik tamu-tamu resmi perusahaan, seluruh pemangku kepentingan, bahkan juga saat melayani kelompok-kelompok komunitas dan petani yang menanyakan pupuk bersubsidi yang masih menjadi isu strategis nasional.
Pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama dengan gaya berbeda yang diwarnai yel-yel semangat dari seluruh peserta.
Penyelenggara Pelatihan
Pelatihan tahunan pada 2026 ini diselenggarakan oleh PT Reka Solusi Arthamedia RSA, perusahaan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang merupakan anak usaha PT Rekayasa Industri Rekind, diinisasi oleh Arwan Ridiazyah, Security Manager lulusan Sertifikasi Gada Utama Mabes Polri tahun 2026 dan direstui oleh PT Pupuk Indonesia melalui AVP Rumah Tangga, Adhitya Pratama.
RSA sendiri bergerak di bidang manpower supply dan menjadi salah satu solusi Koperasi Reka Sejahtera dalam penyediaan tenaga kerja produktif. Adapun Rekind merupakan anak usaha Pupuk Indonesia yang berfokus pada bisnis Engineering, Procurement and Construction EPCC dan solusi industri terintegrasi.
Penulis: Redaksi ASQINEWS.com
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia
Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *