ASQI NEWS

Header
collapse
Home / Berita Terbaru / Ketum ASQI Nilai Hakim Agung Sobandi Layak Disebut Tokoh Pelayanan Publik Peradilan

Ketum ASQI Nilai Hakim Agung Sobandi Layak Disebut Tokoh Pelayanan Publik Peradilan

Sep 29, 2026  ASQINEWS  11 views
Ketum ASQI Nilai Hakim Agung Sobandi Layak Disebut Tokoh Pelayanan Publik Peradilan

ASQINEWS.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI) Ahmad Arwani Raharjo mengapresiasi langkah Hakim Agung Sobandi yang menempuh perjalanan panjang dari Jakarta ke Jayapura, Papua, untuk membina aparatur peradilan. Menurut Arwani, langkah itu menegaskan bahwa pelayanan keadilan harus hadir setara, termasuk bagi warga yang jauh dari pusat pemerintahan.

Apresiasi tersebut disampaikan Arwani menanggapi kunjungan kerja Sobandi bersama delegasi Mahkamah Agung (MA) ke Jayapura, Minggu (27/9/2026).

Sobandi, Hakim Agung Kamar Perdata yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris MA, berangkat dari Jakarta sekitar pukul 00.45. Perjalanan ke Jayapura memakan waktu sekitar lima jam, dengan selisih waktu dua jam antara kedua kota.

Ia datang bersama Ketua Delegasi Achmad Pudjoharsoyo, Hakim Agung Kamar Pidana, dan L.Y. Hari Sih Advianto, Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara Khusus Pajak. Setibanya di Jayapura, rombongan hanya beristirahat sekitar satu jam sebelum melanjutkan pembinaan ke sejumlah satuan kerja pengadilan.

Dikutip dari MARINews, kegiatan itu bertujuan memastikan hakim dan aparatur sipil negara di lingkungan pengadilan bekerja sesuai peraturan perundang-undangan dan kebijakan MA.

Bagi Arwani, kunjungan itu tidak sekadar agenda kedinasan. Dalam perspektif pelayanan publik, kehadiran langsung pimpinan di titik layanan memungkinkan organisasi melihat kondisi sebenarnya dari dekat.

”Jarak merupakan salah satu ujian dalam memastikan kesetaraan pelayanan. Apa yang dilakukan Dr. Sobandi menunjukkan bahwa kualitas layanan keadilan tidak semestinya berhenti di pusat, tetapi harus dipastikan sampai ke daerah,” ujar Arwani dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Ia menilai standar layanan harus konsisten di mana pun diberikan. Prinsip itu, kata dia, kian penting dalam peradilan karena pencari keadilan tersebar di seluruh wilayah.

Kualitas layanan, lanjut Arwani, tidak hanya ditentukan oleh aturan dan prosedur, tetapi juga oleh kemampuan institusi memastikan aturan itu diterapkan di setiap titik layanan. Kehadiran pimpinan di daerah pun dapat menangkap persoalan yang tak selalu tampak dalam laporan administratif.

”Pemimpin pelayanan perlu hadir untuk mendengar, melihat kondisi lapangan, dan memahami persoalan yang dihadapi aparatur maupun masyarakat. Dari sana perbaikan dapat dirumuskan dengan lebih tepat,” katanya.

Kunjungan ke Jayapura juga diarahkan untuk menyerap aspirasi warga peradilan. Masukan itu direncanakan menjadi bahan pembahasan dalam rapat pleno kamar MA pada November 2026.

Arwani menilai pola tersebut bagian penting dari siklus peningkatan mutu layanan. ”Perbaikan pelayanan harus berlangsung dua arah. Kebijakan turun dari pusat, tetapi pengalaman dan persoalan di lapangan juga harus kembali menjadi bahan evaluasi di tingkat pengambil kebijakan,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan ini membantu lembaga menghindari pelayanan yang hanya berorientasi pada kepatuhan administratif tanpa memperhatikan pengalaman masyarakat.

”Semangat Perubahan MA Lebih Baik”

Saat mengunjungi Pengadilan Militer Jayapura, rombongan disambut yel-yel khas militer. Di sana, Sobandi membubuhkan pesan ”Semangat Perubahan MA Lebih Baik”.

Menurut Sobandi, pesan itu bukan sekadar slogan. ”Semangat perubahan mengandung harapan untuk memperbaiki keadaan yang ada. Perubahan bukan sekadar wacana. Ia membutuhkan keberanian untuk melakukan pembaruan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangan,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya keterlibatan hakim dan seluruh aparatur peradilan. Adapun frasa ”MA lebih baik” merupakan target mewujudkan kondisi yang lebih baik dibandingkan masa lalu dan saat ini.

”Makna ini ditujukan bukan hanya untuk mengejar nama baik lembaga, melainkan sebagai bakti bagi ibu pertiwi dan masyarakat, khususnya para pencari keadilan,” kata Sobandi.

Dinilai Layak Jadi Tokoh Pelayanan Publik

Melihat perjalanan dan pesan perubahan itu, Arwani menilai Sobandi layak disebut salah satu tokoh pelayanan publik di bidang peradilan. Penilaian tersebut, katanya, bukan semata karena jabatan, melainkan keteladanan lewat kehadiran langsung di daerah dan perhatian pada perbaikan layanan.

”Yang saya lihat bukan hanya kedudukannya sebagai hakim agung, tetapi bagaimana beliau memberikan teladan bahwa pelayanan keadilan harus hadir sampai ke daerah” ujar Arwani.

Menurut dia, teladan dalam pelayanan publik menuntut lebih dari kewenangan formal kesediaan mendengar, menjaga standar layanan, dan mendorong perubahan dari dalam organisasi. Pelayanan peradilan pun tak berhenti di ruang sidang.

”Ada keseluruhan ekosistem pelayanan yang harus bekerja dengan baik, mulai dari aparatur, informasi, prosedur, sampai bagaimana masyarakat mendapatkan kepastian dan diperlakukan secara profesional,” kata Arwani.

Arwani menegaskan, perubahan tidak cukup lewat instruksi struktural. ”Transformasi pelayanan tidak cukup hanya dengan perintah. Ia harus menjadi kebiasaan dan budaya yang dijalankan bersama oleh seluruh unsur organisasi,” katanya.

Ukurannya, lanjut dia, ada pada pengalaman masyarakat bagaimana mereka memperoleh informasi, bagaimana petugas merespons, seberapa jelas prosedur, dan bagaimana kepastian layanan diberikan.

”Ukuran perubahan pada akhirnya bukan pada slogan, tetapi pada apa yang berubah dalam pelayanan dan bagaimana perubahan itu dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Berita ini merupakan kelanjutan dari pemberitaan sebelumnya mengenai kunjungan kerja Hakim Agung Sobandi ke Jayapura yang telah tayang di ASQINEWS.com.

Tentang ASQI 

Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI) berdiri pada awal 2021 dengan perhatian pada pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan di Indonesia. ASQI hadir untuk mendorong tumbuhnya budaya pelayanan yang profesional, terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, baik di lingkungan pemerintahan, lembaga publik, BUMN, BUMD, maupun dunia usaha.

Melalui edukasi, kajian, pendampingan, pengukuran, dan pengembangan standar pelayanan, ASQI membawa visi membangun ekosistem pelayanan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “Indonesia Lebih Melayani”, yang menjadi bagian dari upaya ASQI mendorong peningkatan mutu pelayanan di berbagai sektor di Indonesia.

 

Penulis: Redaksi ASQINEWS

ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia

 


Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.