ASQINEWS.com JAKARTA – Pelayanan di perguruan tinggi tidak berhenti pada urusan administrasi. Cara dosen dan tenaga kependidikan berkomunikasi, merespons kebutuhan mahasiswa, hingga memberikan solusi turut menentukan pengalaman mahasiswa selama berada di lingkungan kampus.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam pelatihan pelayanan prima yang digelar MNC University bersama Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI), Rabu (23/9/2026), di Mini Auditorium Lantai 3 MNC University.
Pelatihan tersebut diikuti dosen dan tenaga kependidikan MNC University. Ketua Umum ASQI Ahmad Arwani Raharjo, S.T., M.T., CMT, CCRM, CCXA, dan Sekretaris Jenderal ASQI DR(c). A.G. Purwanto Edi, M.M., CMT, CCRM, CCKA, hadir sebagai narasumber.
Materi pelatihan tidak hanya membahas bagaimana memberikan pelayanan secara ramah, tetapi juga mengajak peserta melihat layanan dari perspektif pengguna.
Di lingkungan perguruan tinggi, pengguna layanan memiliki kebutuhan yang beragam. Mahasiswa membutuhkan informasi akademik yang jelas, respons yang cepat ketika menghadapi persoalan, serta kepastian mengenai proses layanan. Pada saat yang sama, dosen dan tenaga kependidikan juga berhadapan dengan kebutuhan administratif dan akademik yang menuntut komunikasi serta koordinasi yang baik.
"Pelayanan yang baik tidak cukup hanya diukur dari keramahan petugas. Yang lebih penting adalah apakah kebutuhan pengguna layanan dipahami, apakah prosesnya jelas, dan apakah pengguna mendapatkan pengalaman yang baik dari awal sampai akhir," ungkapnya kepada ASQINEWS.com, Rabu (24/9/2026).
Menurut Arwani, kualitas pelayanan pada akhirnya berkaitan dengan bagaimana sebuah organisasi membangun kebiasaan dalam memberikan layanan. Karena itu, pelayanan prima tidak semestinya dipandang hanya sebagai keterampilan individu, melainkan bagian dari budaya organisasi.
Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi perguruan tinggi karena interaksi antara kampus dengan mahasiswa berlangsung di banyak titik, mulai dari layanan akademik, administrasi, kemahasiswaan hingga komunikasi sehari-hari.
"Kalau pelayanan hanya menjadi program pelatihan, dampaknya bisa berhenti ketika pelatihan selesai. Tantangannya adalah bagaimana prinsip-prinsip pelayanan itu menjadi kebiasaan dan kemudian membentuk budaya layanan di lingkungan kampus."jelasnya.
MNC University sendiri memiliki Badan Penjaminan Mutu yang bertugas mengawal sistem penjaminan mutu di tingkat institusi maupun program studi. Fungsi tersebut antara lain mencakup penyusunan dokumen mutu, monitoring dan evaluasi, audit mutu internal, rapat tinjauan manajemen, serta pengukuran kepuasan.
Dalam konteks tersebut, pelatihan pelayanan prima dapat ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sisi manusia dalam sistem mutu layanan. Standar dan prosedur tetap diperlukan, tetapi penerapannya sangat bergantung pada orang-orang yang berinteraksi langsung dengan pengguna layanan.
Sekretaris Jenderal ASQI A.G. Purwanto Edi mengatakan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perlu dimulai dari kemampuan organisasi memahami kebutuhan pengguna.
"Setiap pengguna layanan datang dengan kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda. Karena itu, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan perlu memiliki kemampuan untuk mendengar, memahami, kemudian memberikan respons yang tepat."katanya.
Menurut Purwanto, pengalaman mahasiswa terhadap sebuah perguruan tinggi tidak hanya terbentuk di ruang kelas. Pengalaman itu juga muncul ketika mahasiswa mengurus administrasi, bertanya kepada petugas, menyampaikan keluhan, memperoleh informasi, maupun ketika berinteraksi dengan dosen dan unit pelayanan kampus.
"Mahasiswa tidak memisahkan pengalaman mereka menjadi layanan akademik, administrasi atau komunikasi. Semuanya dirasakan sebagai satu pengalaman terhadap kampus. Karena itu, kualitas layanan perlu dibangun secara konsisten di setiap titik interaksi."ungkap Purwanto.
Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengevaluasi praktik pelayanan yang selama ini berjalan. Peserta diajak mengidentifikasi aspek yang sudah berjalan baik sekaligus melihat bagian yang masih dapat diperbaiki.
Pendekatan semacam ini membuat pembahasan pelayanan tidak berhenti pada teori. Peserta dapat menghubungkan materi dengan situasi yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari di kampus.
Kolaborasi MNC University dengan ASQI dalam bidang pelayanan bukan merupakan kerja sama yang baru dimulai. Pada April 2025, kedua pihak telah menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang berfokus pada pengembangan kualitas pelayanan serta pengalaman pelanggan.
Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut dalam sejumlah kegiatan terkait service quality dan customer experience. Pada 2025, misalnya, MNC University dan ASQI juga terlibat dalam kegiatan yang membahas transformasi pelayanan dan pengalaman pelanggan di era digital.
Bagi perguruan tinggi, isu pelayanan juga semakin berkaitan dengan kualitas pengalaman mahasiswa. Ketika layanan akademik, administrasi dan komunikasi berjalan baik, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga didukung oleh ekosistem kampus yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
MNC University menyatakan peningkatan kualitas layanan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang profesional dan responsif.
Melalui pelatihan bersama ASQI, dosen dan tenaga kependidikan diharapkan tidak hanya memahami konsep pelayanan prima, tetapi juga mampu menerapkannya dalam interaksi sehari-hari dengan mahasiswa dan sivitas akademika.
Pada akhirnya, kualitas layanan kampus tidak hanya ditentukan oleh seberapa lengkap prosedur yang dimiliki sebuah institusi. Cara prosedur tersebut dijalankan, bagaimana petugas merespons kebutuhan pengguna, dan bagaimana setiap interaksi dirasakan oleh mahasiswa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman pendidikan.
Informasi mengenai program studi dan kegiatan akademik MNC University dapat diakses melalui laman resmi MNC University.
Penulis : Redaksi ASQINEWS
ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Kualitas Pelayanan Unggul Indonesia
Bir yorum bırakın
E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir