ASQI NEWS

Header
collapse
...
Home / İş Dünyası / Dorong Ekonomi 8 Persen, Kemendagri Minta Daerah Gali Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Warga

Dorong Ekonomi 8 Persen, Kemendagri Minta Daerah Gali Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Warga

Eyl 18, 2026  ASQINEWS  13 görüntüleme
Dorong Ekonomi 8 Persen, Kemendagri Minta Daerah Gali Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Warga

ASQINEWS.com JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi pada kemampuan daerah membangun ekosistem ekonomi sesuai potensinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Bima usai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Gedung Pola, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat 18 September 2026. Rapat tersebut merupakan rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi.

"Target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Bima.

Bima menjelaskan realisasi belanja Pemda memang menjadi salah satu komponen penghitungan pertumbuhan ekonomi. Namun penyesuaian Transfer ke Daerah TKD tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan naik atau turunnya ekonomi daerah.

"Bukan berarti lantas pengurangan, penyesuaian TKD itu pasti akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Menurutnya, banyak daerah dengan keterbatasan APBD tetap mampu tumbuh dengan membangun ekosistem dan hilirisasi pangan. Ia mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang Sidrap di Sulawesi Selatan yang mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi.

Kemendagri bersama Badan Pusat Statistik BPS dan Kementerian PPN Bappenas akan terus mendorong pertukaran pengalaman antardaerah melalui forum di daerah. Langkah itu untuk mengidentifikasi praktik baik yang bisa direplikasi dalam percepatan ekonomi daerah.

Bima menilai capaian Provinsi Sulsel yang pertumbuhannya di atas rata-rata nasional dengan inflasi terkendali menjadi modal penting. Tantangan berikutnya adalah pemerataan.

"PR-nya adalah, satu, bagaimana pertumbuhan ekonomi di tingkat Sulawesi Selatan secara agregat, itu juga bisa diikuti pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten, dan juga berdampak pada kesejahteraan, pengurangan pengangguran, penurunan kemiskinan, dan lain-lain. Sambil ada penguatan-penguatan ekosistem ekonomi di masing-masing daerah," pungkasnya.

Turut hadir Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN Bappenas Medrilzam, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo, Plt Irjen Kemendagri Bachril Bakri, Plt Kepala BPSDM Kemendagri Andi Ony Prihartono, serta para kepala daerah se-Regional Sulawesi.

Sumber: Kemendagri RI

Penulis: Redaksi ASQINEWS

ASQINEWS.com | Indonesia Lebih Melayani | Mengawal Mutu Pelayanan

 


Paylaş:

Bir yorum bırakın

E-posta adresiniz yayınlanmayacaktır. Gerekli alanlar * ile işaretlenmiştir

Bu sitedeki deneyiminiz çerezlere izin vererek iyileştirilecektir.